Memahami Tipe Desa Wisata Menurut Ciri-cirinya
Desa wisata entah itu yang
sudah berkembang ataupun desa wisata yang akan dikembangkan menuju desa wisata
perlu memahami ciri-ciri fisiknya agar bisa memahami pada tipe apa desa wisata
itu berkembang. di sini saya akan membedakan menjadi dua tipe desa wisata.
karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga akan lebih
mudah jika dipersiapkan semenjak dini untuk menghindari dampak nya.
Kedua tipe desa wisata tersebut saya bagi menjadi dua berdasarkan pola dan
proses hingga tipe pengelolaan dari desa wisata yang ada di Indonesia.
1. Tipe terstruktur atau enclave
Tipe desa wisata yang pertama yaitu tipe terstruktur, di dalam bahasa Inggris
menyebut enclave, tipe ini mempunyai dua ciri utama yaitu lahan yang terbatas
dan lokasinya yang berbeda jauh dari pemukiman warga, meski demikian masih
dalam wilayah desa yang sama. Berikut ini adalah penjelasan secara detailnya.
Untuk tipe desa wisata terstruktur atau enclave memang mempunyai ciri yang
sangat luas wilayahnya dan tidak terlalu besar atau dalam hal ini terbatas.
karena luas lahan yang terbatas inilah maka proses pengembangan dari Tipe lebih
menekankan pada citra dan infrastruktur di dalam desa wisata di dalamnya.
dengan adanya pembangunan serta pengembangan diharapkan mampu menjadi promosi
yang lebih baik.
Selain luas wilayah yang terbatas ciri lain dari Tipe desawisata
terstruktur adalah tata letak atau lokasi wisata terpisah jauh dari pemukiman
penduduk. hal ini bisa menjadi nilai lebih dari Tipe terstruktur Yani perubahan
sosial entah itu adat maupun budaya yang ada di dalam desa dan bisa terdeteksi
lebih awal sehingga tidak memberikan dampak yang buruk bagi kelestarian adat atau
budaya yang ada di desa tersebut.
Contoh dari tipe desa terstruktur adalah. Desa wisata Nusa Dua Bali.
beberapa lokasi wisata di Lombok. posong dan beberapa lainnya. selama dalam
lokasi wisata para wisatawan tidak akan menemui Aktivitas keseharian warga
secara umum.
2. Tipe terbuka atau spontaneous
Tipe desa wisata yang selanjutnya yaitu tipe terbuka. dalam bahasa Inggris
disebut spontaneous. untuk tipe ini ada beberapa ciri yang berlawanan dengan
tipe terstruktur tetapi juga ada ciri yang mana untuk ditemui dalam tipe
sebelumnya. di bawah ini adalah ulasan mengenai ciri-ciri dari Tipe Desa
terbuka
Untuk tipe desa wisata tipe terbuka dalam hal ini luas wilayah, atau tidak
terbatas. luas wilayah ini bisa berkembang atau terpotong bersambung dengan wilayah
lainnya.
Oleh sebab itu pembangunan infrastruktur yang tepat untuk tipe Desa terbuka
ini adalah lebih pada infrastruktur yang menjadi urat nadi seperti kualitas
jalan, kelancaran air bersih dan lain sebagainya.
Ciri lain untuk tipe desa wisata terbuka adalah lokasi wisatanya yang
menyatu dengan pemukiman penduduk. dalam hal ini mempunyai kelebihan seperti
andalan wisata yang ditawarkan tidak melalui seputar wisata alam Nya saja.
tetapi bisa seperti produk budaya, karya seni, adat istiadat dan masih banyak
lagi yang lainnya. dengan begitu warga berpartisipasi langsung dengan desa
wisata yang ada di dalamnya.
Beberapa contoh dari Tipe desa wisata terbuka yaitu Prawirotaman di
Yogyakarta atau desa adat WaeRebo di Nusa Tenggara Timur. Perda kedua desa
wisata tersebut pengunjung bisa melihat langsung Aktivitas keseharian warga
yang ada di sekitarnya.
Seperti di Prawirotaman, para pengunjung bisa melihat bangunan asli dari
zaman Keraton sedangkan di WaeRebo Anda bisa melihat keseharian warga dalam
proses pembuatan kopi.
Nah itulah kedua tipe desa wisata yang harus Anda pahami untuk lebih dan
juga kekurangan dari setiap tipenya. tujuan dari Penjelasan diatas tentu saja
untuk meminimalisir dampak negatif yang disebabkan dari kekurangan tipe
tertentu. dengan demikian dampak positif sajalah yang di rasakan oleh warga
desa dan pengembangan desa wisata bisa semakin maju untuk ke depannya.
0 Response to "Memahami Tipe Desa Wisata Menurut Ciri-cirinya"
Posting Komentar
Apa pendapat kamu?
Yuk, luangkan waktu kamu sebentar untuk memberikan pendapat agar pelayanan Ruanginfo bisa lebih baik lagi.